Pengertian Revolusi Digital Beserta Sejarah dan Dampak Revolusi Digital

Pengertian Revolusi Digital

 pergantian teknologi dari teknologi elektronik mekanik dan analog yang dimulai sejak tahu Pengertian Revolusi Digital Beserta Sejarah dan Dampak Revolusi Digital

Pengertian revolusi digital adalah pergantian teknologi dari teknologi elektronik mekanik dan analog yang dimulai sejak tahun 1950-an sampai tahun 1970-an yang mana banyak terjadi adopsi dan pengembangan teknologi rekam digital dan komputer digital yang terus berkesinambungan sampai sekarang.

Secara implisit, istilah revolusi digital juga merujuk pada perpindahan teknologi besar-besaran kepada teknologi komunikasi dan komputasi digital selama setengah abad pada abad ke-20. Bila dianalogikan dengan revolusi agrikultural dan revolusi industri, awal mula masa revolusi digital merupakan titik dimulainya era informasi yaitu sekitar tahun 1970-an.

Revolusi digital telah menjadi sudut pandang banyak orang di era informasi ini dalam menjalani kehidupan yang serba canggih dan lekat dengan teknologi informasi. Sebuah teknologi yang disebut komputer membuat perubahan besar di seluruh dunia. Revolusi digital membawa dampak positif dan negatif bersamaan, bagaikan pedang bermata dua, komputer telah banyak membantu pekerjaan-pekerjaan manusia dan segala urusannya hingga menimbulakan masalah-masalah interpersonal sampai masalah finansial yang kompleks di perusahaan besar.

Sejarah Singkat Perkembangan Revolusi Digital

 pergantian teknologi dari teknologi elektronik mekanik dan analog yang dimulai sejak tahu Pengertian Revolusi Digital Beserta Sejarah dan Dampak Revolusi Digital

Berdasarkan timeline perkembangan teknologi industri, titik dimulainya revolusi digital dimulai antara tahun 1970-an sampai dengan tahun 1980-an, bersamaan saat Revolusi Industri memasuki tahap ketiga (Revolusi Industri 3.0). Apabila Revolusi Industri 1.0 dipicu oleh mesin uap, Revolusi Industri 2.0 dipicu oleh ban berjalan dan listrik, Revolusi Industri 3.0 dipicu oleh mesin bergerak yang mampu beroperasi secara otomatis, contohnya seperti teknologi komputer dan robotik.

Di akhir era Revolusi Industri 2.0 yaitu pada masa-masa akan berakhirnya Perang Dunia II, komputer merupakan barang mewah. Teknologi komputer yang terkenal saat itu adalah mesin milik Jerman yang fungsinya untuk enkripsi kode yang disebut sebagai Enigma dan komputer yang bisa diprogram pertama kali bernama Colossus.

Mesin Colossus ukurannya sangat besar, ukurannya sebesar kira-kira sebuah kamar tidur serta memiliki sejumlah keterbatasan seperti tidak mempunyai RAM, serta tidak dapat menerima perintah dari manusia melalui keyboard melainkan melalui pita kertas. Sangat berbeda dengan komputer zaman sekarang yang dapat menerima input dari keyboard, mouse, ataupun touchscreen, serta ukuran fisiknya jauh lebih kecil, sampai sekecil genggaman tangan manusia saja.

Bibit-bibit perkembangan revolusi digital dimulai pada sekitar tahun 1940-an, tepatnya pada tahun 1947, di Bell Labs di bawah pimpinan William Shockley, dua orang penemu bernama John Barden dan Walter Houser membuat transistor pertama di dunia. Transistor tersebut berbahan dasar germanium, transistor tersebut termasuk dalam tipe transistor point-contact. Dari situ teknologi komputer dimulai.

Melompat ke tahun 1970-an, komputer rumahan (personal computer atau PC) pertama kali diperkenalkan. Di masa yang sama, berkembang juga teknologi komputer time-sharing, konsol video game, video game koin, dan era keemasan video game arcade (dimulai dengan Space Invaders). Teknologi komputer rumahan semakin berkembang lagi sejak persaingan antara dua raksasa teknologi komputer rumahan semakin ‘memanas‘ di pertengahan dekade 1980-an, yaitu Microsoft dan Macintosh. Microsoft mengedepankan software andalannya Microsoft Windows sementara Macintosh dengan MacOS.

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya revolusi digital itu sebenarnya adalah Revolusi Industri 3.0 itu sendiri. Ide tentang Revolusi Industri 2.0 dan Revolusi Industri 3.0 sendiri baru muncul dalam pameran industri Hannover Messe di kota Hannover, Jerman pada tahun 2011 saat dikemukakan terminologi Revolusi Industri 4.0. Sebelum muncul istilah Revolusi Industri 4.0 tersebut hanya dikenal Revolusi Teknologi (yang merujuk pada Revolusi Industri 2.0) dan Revolusi Digital (yang merujuk kepada Revolusi Industri 3.0).

Revolusi Industri 4.0 adalah suatu keadaan di abad ke-21 saat terjadi perubahan yang masif pada berbagai bidang teknologi yang membuat semakin berkurangnya sekat-sekat antara dunia digital, dunia fisik, dan biologi. Revolusi ini muncul setelah kemajuan teknologi pada Revolusi Industri 3.0 semakin berkembang dan maju secara pesat. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang lebih canggih daripada saat Revolusi Industri 3.0, teknologi robotik, blockchain, percetakan 3D, dan kendaraan tanpa awak.

Dampak Revolusi Digital (Revolusi Industri 3.0)

 pergantian teknologi dari teknologi elektronik mekanik dan analog yang dimulai sejak tahu Pengertian Revolusi Digital Beserta Sejarah dan Dampak Revolusi Digital

Dampak paling awal dari Revolusi Industri 3.0 adalah semakin berkurangnya peran manusia sebagai brainware dalam menyelesaikan suatu permasalahan industri. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya biasa dikerjakan manusia secara manual, mulai diambil-alih oleh komputer dan mesin robotik. Secara global, Revolusi Industri 3.0 tampak dengan munculnya berbagai perangkat yang mendukung berkembangnya teknologi informasi seperti penemuan semi-konduktor, transistor, serta integrated chip (IC), lalu berikutnya disusul perkembangan komputer personal (PC), world wide web (internet), telepon seluler, dan media sosial.

Dampak dari revolusi digital lainnya, diantaranya dalam bidang pendidikan. Di sekolah menengah dan tinggi mulai diajarkan ilmu komputer, dimulai dari pengenalan fungsi dasarnya sebagai komputer rumahan pengganti mesin ketik. Hal yang paling dirasakan oleh generasi tahun 1990-an adalah bergesernya fungsi mesin ketik, digantikan keyboard pada perangkat komputer personal dan layar jendela aplikasi pengolah kata.

Dilihat dari sisi ini, konsep dokumentasi di lembaga-lembaga yang mengurusi pendataan publik pun mulai berubah. Data-data yang tadinya diketik dengan mesin tik selanjutnya mulai diketik dengan aplikasi pengolah kata, selain itu juga marak digunakannya konsep basis data baik secara jaringan lokal maupun yang terhubung ke jaringan internet.

Dampak revolusi digital pada bidang multimedia adalah konversi teknologi, antara lain konversi Compact Disc ke MP3, VHS tape recorder ke CD-R/DVD-R, penyiaran analog ke penyiaran digital, surat ke email, fotografi analog ke fotografi digital, dan sebagainya.

Kenyataannya, revolusi digital membawa banyak dampak positif bagi manusia di bidang industri, edukasi, dan sistem informasi. Teknologi yang dikembangkan pada masa-masa revolusi digital memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya dan makin memudahkan akses komunikasi. Namun, di samping dampak positifnya yang besar bagi umat manusia juga menyimpan potensi dampak negatif yang tidak kalah besarnya, yaitu lahirnya jenis kejahatan baru yang disebut dengan cyber-crime yang menjadi tantangan tersendiri bagi generasi Revolusi Industri 4.0.

Demikian uraian singkat mengenai revolusi digital. Semoga tulisan ini mudah dipahami, bermanfaat, serta menambah wawasan pembaca tentang apa itu revolusi digital.